dalamhati.wordpress.com

andai saja…

September 10, 2007 · & Komentar

andainya… masyarakat kita lebih memilih membeli produk dalam negeri,
andainya… lebih banyak lagi macam barang made in dalam negeri tersedia,
andainya… lebih banyak lagi pengusaha lokal yang kreatif menciptakan inovasi baru,
andainya… negara kita melindungi dan bisa membangkitkan usaha-usaha lokal baru, mengayomi dan memeliharanya hingga besar, mengawasi dan memberikan perlindungan sebagaimana anaknya sendiri dari serangan anak tetangga,
andainya… pemerintah, pengusaha dan masyarakat bisa bekerjasama, bersinergi membangun produk, bahu membahu membangun merk,
para pakar, pihak birokrat, pihak pengusaha, dan masyarakat saling memudahkan demi terbentuknya usaha lokal yang sukses.
tentu.. tentu kita tak harus lagi mengirim TKI,
tentu orang-orang kita tak perlu mengais rejeki dengan menjadi pembantu di negeri orang,
menjadi pembantu di Malaysia dimana kebanyakkan pulang dengan kepala benjut karena di pukuli,
atau ke Arab Saudi dan pulang ke Indonesia dengan hanya tinggal nama.
tentu masyarakat kita tak perlu lagi ngamuk ngamuk terus karena mendengar betapa begitu banyak kata-kata sinis: “Indonesia? oh, cuma negeri miskin, yang warganya banyak jadi pembantu di Malaysia, yang kebanyakan jadi korban penyiksaan dan malah banyak yang tidak digaji. warga negaranya sih banyak, negaranya juga luas, dan kekayaan alamnya cukup melimpah, tapi percuma saja karena orangya bodo bodo sehingga kekayaan alamnya cuma jadi jarahan negara-negara tetangga.”
seandainya…
masyarakat kita pintar pintar, tentunya masyarakat kita tak akan jadi kuli,
pemerintah kita pintar, tentu negara ini tak jadi negara kuli,
lalu bagaimana untuk bisa menjadi pintar?
belajar, itulah kuncinya. kita sepertinya harus diingatkan lagi seperti sewaktu kita baru masuk SD, belajar dong biar pinter!
selama kita masih menjadi kuli, jangan pernah mengaku sebagai orang pinter, buktinya kita masih bisa dimanfaatkan orang lain.
lalu kita harus berkerja keras lagi dong belajar? kita kan sudah sekolah tinggi, menghabiskan biaya banyak, masa harus belajar terus, tinggal memetik hasilnya dong!
ealah…
masih juga ngeyel!! lihat negara-negara maju! lihat amerika, eropa dan jepang, mereka berhasil karena berkerja keras, mereka tidaklah mustahil untuk kita samai..
perubahan adalah jaminan awal untuk keberhasilan kita, untunglah di dunia ini ada yang namanya perubahan, perubahan bagi kita negara-negara yang tertinggal berarti: kita berubah dari negara miskin menjadi negara maju, dan negara negara yang maju berpeluang untuk menjadi negara tertinggal di belakang kita. itulah kemungkinan yang dinamakan perubahan.
Lalu?
berkerjalah terus masyarakat indonesia,
saling berkerjasamalah membangun bangsa kita,
dalami lebih lanjut apa itu yang dimaksud berkerjasama membangun bangsa,
itu agar semua komponen bangsa, semua faktor pembentuk bangsa, warga negara, para pemimpin, pengusaha, pendidik, birokrat, para pakar, media massa, LSM, teknokrat, politisi, pihak militer,
termasuk undang undang yang mengatur, beserta ketentuan ketentuannya bisa membela kepentingan anak bangsa. semua hal menyumbang bagi tercapainya tujuan bangsa.
tak mengapa kemarin yang terjadi adalah kebalikkannya dari itu,
para pemimpin memikirkan dirinya sendiri, gaji, fasilitas dan kemudahan-kemudahan apa saja yang dia dapatkan, dan apa yang belum ia dapatkan,
media massa asyik dengan tujuan bisnisnya, memperbanyak rating maupun pembacanya agar iklan semakin banyak mengalir, LSM punya agenda khusus memperjuangkan issue yang sedang ngetop secara global, tanpa menghormati di negara mana ia sedang tinggal. para politisi membela mati-matian kepentingan partainya sampai gak perduli negara ini mau pecah apa enggak yang penting partainya menang. dll..
sementara pemerintah pusing tujuh keliling mengurus mereka,
sementara masyarakat kebanyakkan semakin susah mendapatkan pekerjaan, dan semakin bingung, usaha apa yang bisa di buat dengan modal yang kecil!
tak mengapa..
awal dari keberhasilan pastilah kegagalan dahulu,
kekacauan yang kemarin kita alami pastilah bisa menjadi pelajaran,
dan dengan kerja keras dan kerjasama yang baik bukankah seandainya seandainya yang ada di awal artikel ini tidak lagi menjadi sesuatu tidak mungkin.

mandirilah dahulu anda secara pribadi..
miliki dahulu apa yang anda inginkan dengan hasil keringat anda sendiri,
mandirilah kita sebagai sebuah bangsa,
penuhi dahulu kebutuhan bangsa kita,
kalo bisa kita bikin semua kebutuhan kita dari tangan kita sendiri,
kalo bisa kemudian kita jual kepada negara lain, bukan sebaliknya.
atau paling tidak semaksimal mungkin kita lakukan itu.
bangsa kita tak akan lagi menjadi bangsa kuli.
masyarakat kita tak perlu lagi nguli mencari sesuap nasi dengan cara mengganti popok bayi tuan tuan dari malaysia yang sebenarnya belum pantas jadi tuan.
dengan kerja keras itu tak mustahil..
bekerja keraslah bangsa indonesia.

( tulisan ini muncul begitu saja pagi ini dari kepalaku, di tengah-tengah masa sulit yang menimpa keuanganku, dari sudut pandang yang sangat pribadi, menginginkan perubahan-perubahan segera terjadi pada keadaanku sendiri, sejatinya aku tak tahu pada siapa ini harus disampaikan, tapi ahirnya aku tuliskan juga disini, semoga ini akan menjadi motivasi.)

Kategori: Uncategorized

13 tanggapan so far ↓

  • verna // September 11, 2007 pada 10:50 pm | Balas

    iya yah!
    bangsa kita jadi kuli di negeri orang karena di indonesia ini gak ada pekerjaan..
    pekerjaan gak ada karena macam2 usaha dalam negeri kita bangkrut, contohnya aja banyak pabrik gula kita bangkrut karena kalah bersaing harganya dengan gula impor. otomatis makin banyak deh pengangguran,
    tapi ngomong2, kenapa ya pemerintah tidak melarang saja impor gula biar gula dalam negeri tetap laku, biar pabriknya tetep jalan, biar banyak orang bisa kerja?

  • ijo // September 11, 2007 pada 11:04 pm | Balas

    ada lagi nih yang nggak logis:
    negara kita sangat luas daerahnya,
    pengangguran juga sangat banyak,
    tapi entah apa yang ada di dalam pemerintah kita, yang ada di benak para pakar yang bergelut dalam perekonomian kita, kok bisa-bisanya ya ngimpor beras?
    bukannya secara sederhana kita tinggal memberdayakan para penganggur untuk menggarap lahan kita yang sangat luas?
    dari kebijaksanaan impor beras saja kita sudah bisa melihat, betapa pemerintah kita berpikir mbulet.

  • funkshit // September 12, 2007 pada 6:54 am | Balas

    itulah indonesia, .. mengimpor majikan, mengekspor pembantu

  • salome // September 12, 2007 pada 10:57 pm | Balas

    dapet istilah baru nih,
    mengimpor majikan, mengekspor pembantu,
    —-itulah indonesiaku ini—–
    perlu disebarkan biar jadi sindiran buat orang kita: di neheri sendiri saja kita memilih jadi pembantu!

  • peyek // September 13, 2007 pada 1:17 am | Balas

    Ehm… lagi..lagi Endonesah!

    tetep aja kelakuan pejabat-pejabat itu…,
    ah anda boleh menyalahkan saya karena menyalahkan mereka, tapi tetep, saya menyalahkan mereka terlebih dahulu

  • dalamhati // September 13, 2007 pada 1:51 am | Balas

    to: ijo

    bener tuh, dengan tidak usah mengimpor beras beberapa keuntungan akan kita dapatkan:
    para penganggur jadi dapet kerjaan, lahan yang masih kosong termanfaatkan, dan juga stok devisa kita tidak berkurang untuk membeli beras karena beras telah tercukupi dari dalam negeri!

  • alex // September 15, 2007 pada 12:29 pm | Balas

    @ peyek

    ah anda boleh menyalahkan saya karena menyalahkan mereka, tapi tetep, saya menyalahkan mereka terlebih dahulu

    Seperti kata Kong Hu Cu: Kalau membersihkan sungai, jangan dari hilir, tapi bersihkanlah dari hulu.

    Lha… ini dari atasnya sudah hancur-hancuran mentalnya. Ya ngalir ke bawah “sampah-sampah” sosialnya….

    *miris*

  • caplang™ // September 17, 2007 pada 4:29 am | Balas

    tidak perlu dicari siapa yg salah
    lakukan saja smua pengandaian di atas, mulai dari diri sendiri :)

  • kangguru // September 17, 2007 pada 5:15 am | Balas

    andai andai andai…. :(
    ada seribu andai satu saja yang terwujud sudah lumayan

  • cewektulenkebangetan // September 22, 2007 pada 6:30 am | Balas

    lagi ngehayal ya??????

  • prasiwi // Oktober 22, 2007 pada 7:27 am | Balas

    hidup ini mang suatu perjuangan
    yang memang harus dengan dibayar dengan darah
    tapi semua tak akan pernah sia sia…
    bila kita percaya dan saling percaya, dalam suatu pekerjaan

    berkarya dan terus berkarya
    seharusnya yang jadi generasi sekarang

  • Syarif Winata // Oktober 28, 2007 pada 5:45 am | Balas

    Yuk berjuang, sekecil apapun itu, mulailah dari hal yang kecil, Percaya Diri, dan Bermartabat.

    Salam kenal

  • Juliach // Desember 21, 2007 pada 11:14 am | Balas

    Salam kenal. Di Eropa banyak ditemukan produk made in Indonesia, mis: Nike, Reebok, hampir semua mebel jati/mahoni/rotan, barang pecah belah dll.
    Disuruh berusaha bagaimana lagi? Sepertinya rakyat Indonesia sudah banyak berusaha dan bekerja keras. Sistem pemerintahannya yang ancur-ancuran, jadi rakyatnyapun ancur-ancuran.

Tinggalkan sebuah Komentar