sesak nafasku membungkuk dibawah ketiak seorang bapak yang berdiri berpegangan palang, di sebuah kereta listrik yang penuh sesak.
bau keringat bercampur parfum murahan dari seorang tante menor menambah pusing kepalaku yang sudah panas..
seorang anak lelaki kumal ngesot menyeret tubuhnya menyusuri lantai kereta…diantara kaki-kaki dan sandal sepatu, menyorongkan tangan meminta belas kasihan. Diikuti teriakan seorang pedagang buah mangga yang nampaknya mangganya gak laku-laku karena masih nampak penuh meski hari sudah siang..
“mangga..mangga..
sepuluh ribu sepuluh dah, sepuluh ribu sepuluh..
biasanya lima!!!”teriaknya.
kala kereta sampai ke stasiun manggarai,
penumpang berkurang cukup banyak sehingga gerbong kereta sedikit lebih longgar, meski demikian aku tidak juga dapat tempat duduk. aku berpegangan pada palang besi kereta meski tidak lagi membungkuk seperti tadi.
selepas berhenti dua menit kereta meneruskan perjalanan, sebuah kelompok pengamen yang membawa berbagai alat musik mulai menggelar konsernya, seorang pemuda gondrong memainkan bass betotnya mengawali lagu yang dibawakan oleh seorang remaja kribo berusia belasan tahun.
koes plus pun dinyanyikan, membawa ingatan para penumpang tua ke masa tujuh puluhan. dan membuat penumpang seperti aku bertanya-tanya dalam hati..
sampai kapan lagu koes plus yang melegenda itu akan terus dinyanyikan.
di kereta, lagu koes plus tiap hari terdengar, meski generasi terus berganti, tapi koes plus terus bernyanyi.
kemarin koes plus,
sekarang koes plus,
besok barangkali akan koes plus lagi.
duuh.. koes plus,
ada apa sehingga lagumu begitu di gemari,
pengamen tua pengamen muda,
yang solo maupun berkelompok semuanya gemar mendendangkan lagumu.
herannya, setiap kali lagu itu dibawakan, tak ada perasaan bosan dalam hati ini.
syairnya selalu saja menyentuh hingga ke sela pikiranku yang paling sempit,
memaknai setiap detail kalimat dalam syairmu,
dan membawa orang untuk ikut serta mendendangkan. barangkali syairnya yang sederhana menyebabkan telinga siapapun familiar mendengarnya, atau nada nadanya lagunya barangkali setala dengan perasaan hati orang indonesia.
bagaimanapun dalam hati ini tetap ada pertanyaan, kok bisa sih koesplus melegenda? atau koes plus memang band yang tepat, dengan musik yang tepat, di era yang tepat, sehingga membawa keberuntungan sendiri bagi band tersebut? atau ada faktor lain?
“bang, bang, abang gak turun? sudah sampai Gondangdia nih, katanya mau turun disini!”
kata seorang lelaki disebelahku yang tadi kuajak ngobrol membuyarkan lamunan.
“o iya bang, terimakasih!” kataku sambil bersiap turun,
rupanya aku melamun cukup lama,
pengamen tadi telah menginspirasiku untuk melamun dalam kereta,
tentang koes plus lagi..
lamunan koes plus dalam kereta..
Oktober 28, 2007 · & Komentar
Kategori: Uncategorized
9 tanggapan so far ↓
urban // Oktober 28, 2007 pada 10:39 pm |
begini naaasib, jadi bujangan
kemana mana,
kapanpun suka, tiada orang yang melaaarang,
hmm, jadi ikut berdendang nih!
benbego // Oktober 29, 2007 pada 5:50 pm |
udah terima aja..emang dah nasib!
cewektulenkebangetan // November 2, 2007 pada 7:34 am |
hehehehee, tulisan yang bagus, menggambarkan sebuah situasi yang sering tampak di indonesia…
silver // November 20, 2007 pada 8:29 am |
koes plus emang ruaaaaaaaaar biasaa.
SimPsoN // Desember 20, 2007 pada 12:11 pm |
He5….
koesplus emang g ada matiny,…
dr jaman opah oma sampai saat ini n bahkan jaman yg akan datang,,koesplus tetap abadi.
koesplus ngga ada duany boo…
YEA…!!!!
joko supriadi // Januari 23, 2008 pada 9:57 am |
koes plus never die & forever
salut buat mas warno atas gabungnya dengan murry’s group, juga sama danang yg sdh direkrut oleh ny.yon (bonita) , pass banget, sesuai cita2mu
” INGAT TEMAN2MU YG DULU2”
mathw_p // April 17, 2008 pada 11:15 am |
memang koes pus is the best forever…………..dari ayahku paman ku sampai aku mungkin nanti anak anak ku kelak juga fan berat koes plus thax’s
ahmadbasuki // Juni 21, 2008 pada 12:26 pm |
nte dengernya yang cengeng aja sich.kasih tau tuh ama pengamen tolong ente request lagu koes plus yang another song for you.ane jamin bukan hanya ngelamun aja ente tapi juga turunnya nyasar bisa-bisa sampe bogor mentok he…he…!!!!
Steph // Oktober 22, 2009 pada 2:28 am |
Asyiknya ngedengerin koes plus