barang asal jadi

Posted on Maret 30, 2007

5


sesuatu yang dibuat asal jadi pastilah hasilnya tidak bagus. perlu niat yang sungguh-sungguh untuk menghasilkan barang bagus. kesanggupan total untuk mengeluarkan biaya, waktu,tenaga dan pemikiran lebih banyak daripada sekedar asal sangat dibutuhkan.

           Saya sering mencoba membuat sendiri barang-barang perabotan rumah karena jika saya melihat barang yang dijual di toko, saya langsung yakin bahwa membuat barang seperti itu mudah. Kursi misalnya, begitu saya berjalan-jalan ke toko furniture dan melihat satu set kursi kayu dengan mejanya, saya langsung punya ide untuk membikin sendiri kursi tersebut karena selain saya tertarik dengan model kursi tersebut yang keliatan sederhana tapi antik, saya juga yakin kursi seperti itu mudah untuk dibuat. Kebetulan dirumah ada seperangkat peralatan tukang kayu walaupun tidak komplit tapi saya rasa cukup untuk membuatnya. Saya kemudian membeli bahan-bahan, melengkapi peralatan yang keliatannya dibutuhkan, dan kemudian mulai meniru rancangan kursi tersebut. dengan penuh semangat saya memotong-motong kayu hingga menjadi beberapa bagian untuk di bentuk masing-masing menjadi kerangka kursi. Setelah sampai pada tahap membuat ukiran dan lekukan-lekukan, saya mulai mengalami kesulitan. Saya berpikir, wah ini sih perlu peralatan baru lagi. sampai disitu saya berhenti dahulu untuk menanyakan peralatan yang dimaksud ke toko. Ternyata cukup mahal harganya. Saya kemudian berpikir, wah kalo begini malah abis banyak biayanya. Lalu saya putuskan untuk tidak usah membeli alat tersebut dan mencoba membuatnya dengan cara manual. Dengan cara manual, untuk membuat ukiran dan lekukan pada sebuah bagian kursi saja dibutuhkan waktu cukup lama, apalagi untuk satu set kursi dengan mejanya. saya pikir akan makan banyak waktu sementara saya harus berkerja setiap harinya. Ahirnya saya merubah rencana, saya mencoba merancang model lain yang tanpa lekukan dan ukiran. Beberapa hari saya meluangkan waktu saya sehabis bekerja untuk menyelesaikan proyek membuat kursi. beberapa hari didepan saya masih semangat, tapi belakangan saya mulai enggan, saya malah berpikir, wah hasilnya gak jadi bagus nih, cuman karena memang sudah terlanjur, saya merasa sayang untuk berhenti. Saya meneruskannya walau mengerjakannya kadang-kadang saja tergantung mood. Ahirnya setelah memakan waktu bebrapa bulan, kursi set itupun selesailah. hasilnya tidak bagus, tapi saya cukup lega berhasil menyelesaikan pekerjaan membuat kursi tersebut. Dari pengalaman tersebut saya jadi belajar bahwa, kursi yang saya lihat ditoko itu dibuat memang oleh ahlinya. Orang yang memang memfokuskan diri dibidangnya, yang mengeluarkan biaya banyak untuk memperdalam profesinya, yang tentunya menguras juga keringat, pemikiran dan waktu mereka. Saya yang melihat dari sudut pandang lain, yang mencoba melakukan seperti apa yang mereka lakukan karena menganggap mudah pekerjaan mereka ahirnya dibuat sadar, tidak ada pekerjaan yang mudah jika menginginkan hasil yang bagus, apalagi memulainya dari nol. Tukang kayu juga memiliki profesionalitas sendiri. saya hanyalah amatir. Mungkin mereka akan merasa begitu juga mengerjakan pekerjaan saya.

          Dengan pengalaman yang seperti itu, saya jadi berpikiran, seringkali kita meremehkan pekerjaan orang, dan menganggapnya mudah, seringkali kita menganggap diri kita terlalu hebat dan sesuatu itu sangat mudah untuk dilakukan. ternyata setelah kita mencobanya sendiri, semuanya tidak mudah. Sesuatu yang bagus tidak mungkin dibuat secara asal-asalan, dan sesuatu yang di lakukan secara asal-asalan pasti hasilnya tidak akan bagus, begitu hukumnya, terkait dengan bidang apa saja. Masing-masing dari kita memiliki proses belajar dari bidang yang kita tekuni. Totalitas kita seharusnya berada disana. Dan apabila kita memandang kepada bidang lain dan kita rasa, kita bisa dengan mudah untuk melakukannya, kita telah terjebak dalam sudut pandang yang salah. Dibidang itupun nantinya kita perlu proses pembelajaran baru dimana kita akan mulai dari titik nol. Terlepas dari cerita tersebut diatas, saya hanya ingin mengingatkan diri saya sendiri lewat tulisan pendek ini: apapun yang ingin saya lakukan, semuanya butuh kesungguhan untuk belajar, kebulatan tekad, dan kemauan untuk berkorban. Berhubungan dengan apa saja, dengan pekerjaan, dengan hubungan sosial, dengan pendidikan, atau dengan kegiatan lain dimana anda selalu menginginkan hasil ahir yang maksimal. Hasil yang anda dapat adalah cerminan seberapa sungguh-sungguh anda berusaha, tak ada pihak lain yang bisa disalahkan berhubungan dengan kegagalan anda. selalu melihatlah kepada diri sendiri untuk diperbaiki. dengan demikian, peningkatan positif jadi milik anda.

Iklan
Posted in: opini