lamunan koes plus dalam kereta..

Posted on Oktober 28, 2007

9


sesak nafasku membungkuk dibawah ketiak seorang bapak yang berdiri berpegangan palang, di sebuah kereta listrik yang penuh sesak.
bau keringat bercampur parfum murahan dari seorang tante menor menambah pusing kepalaku yang sudah panas..
seorang anak lelaki kumal ngesot menyeret tubuhnya menyusuri lantai kereta…diantara kaki-kaki dan sandal sepatu, menyorongkan tangan meminta belas kasihan. Diikuti teriakan seorang pedagang buah mangga yang nampaknya mangganya gak laku-laku karena masih nampak penuh meski hari sudah siang..
“mangga..mangga..
sepuluh ribu sepuluh dah, sepuluh ribu sepuluh..
biasanya lima!!!”teriaknya.
kala kereta sampai ke stasiun manggarai,
penumpang berkurang cukup banyak sehingga gerbong kereta sedikit lebih longgar, meski demikian aku tidak juga dapat tempat duduk. aku berpegangan pada palang besi kereta meski tidak lagi membungkuk seperti tadi.
selepas berhenti dua menit kereta meneruskan perjalanan, sebuah kelompok pengamen yang membawa berbagai alat musik mulai menggelar konsernya, seorang pemuda gondrong memainkan bass betotnya mengawali lagu yang dibawakan oleh seorang remaja kribo berusia belasan tahun.
koes plus pun dinyanyikan, membawa ingatan para penumpang tua ke masa tujuh puluhan. dan membuat penumpang seperti aku bertanya-tanya dalam hati..
sampai kapan lagu koes plus yang melegenda itu akan terus dinyanyikan.
di kereta, lagu koes plus tiap hari terdengar, meski generasi terus berganti, tapi koes plus terus bernyanyi.
kemarin koes plus,
sekarang koes plus,
besok barangkali akan koes plus lagi.
duuh.. koes plus,
ada apa sehingga lagumu begitu di gemari,
pengamen tua pengamen muda,
yang solo maupun berkelompok semuanya gemar mendendangkan lagumu.
herannya, setiap kali lagu itu dibawakan, tak ada perasaan bosan dalam hati ini.
syairnya selalu saja menyentuh hingga ke sela pikiranku yang paling sempit,
memaknai setiap detail kalimat dalam syairmu,
dan membawa orang untuk ikut serta mendendangkan. barangkali syairnya yang sederhana menyebabkan telinga siapapun familiar mendengarnya, atau nada nadanya lagunya barangkali setala dengan perasaan hati orang indonesia.
bagaimanapun dalam hati ini tetap ada pertanyaan, kok bisa sih koesplus melegenda? atau koes plus memang band yang tepat, dengan musik yang tepat, di era yang tepat, sehingga membawa keberuntungan sendiri bagi band tersebut? atau ada faktor lain?
“bang, bang, abang gak turun? sudah sampai Gondangdia nih, katanya mau turun disini!”
kata seorang lelaki disebelahku yang tadi kuajak ngobrol membuyarkan lamunan.
“o iya bang, terimakasih!” kataku sambil bersiap turun,
rupanya aku melamun cukup lama,
pengamen tadi telah menginspirasiku untuk melamun dalam kereta,
tentang koes plus lagi..

Iklan
Posted in: Uncategorized